Friday, 22 November 2013

SYRIA KINI DAN NANTI

Belum berakhir luka kaum Muslimin di Afghanistan, Kashmir, Checnya, Palestina, Mesir, dan seluruh negeri kaum muslimin lainnya yang sedang terdzolimi, kini Suriah (Syam) yang menderita. Puluhan ribu nyawa telah hilang, darah merah segar menjadi pemandangan harian yang tak terhindarkan. Anak-anak tak berdosa, para wanita dan juga orang tua menjadi korban kebengisan dan kebiadaban penguasanya.
Telah lebih dari dua tahun Syria (Suriah) diguncang oleh pergolakan  politik. Pergolakan yang kini bahkan menjurus pada perang saudara, ketika Pemerintahan Syria pimpinan  Bashar al-Assad  bertempur melawan pasukan oposisi.  Bagi sebagian kalangan, pergolakan ini adalah sebuah ‘revolusi rakyat’ yang berupaya mengggulingkan ‘rezim tiran’ Bashar Assad, sama seperti gelombang revolusi  ‘Arab Spring’ lainnya yang berhasil menumbangkan kediktatoran di Tunisia, Mesir, dan Libya.
Beragam kejahatan telah dilakukan oleh rezim Al-Assad, seperti pembantaian terhadap ulama, penghancuran masjid, perusakan mental pemuda, pembunuhan, penyiksaan dan pembantaian terhadap ummat muslim, bahkan sampai mendeklarasikan diri sebagai tuhan di bumi Syria. Selama dua tahun terakhir ini  terhitung lebih dari 60.000 rakyat Suriah yang wafat sebagai korban rezim Al-Assad dan lebih dari 500.000 orang mengungsikan diri dari bumi Syria, menghindari keahatan rezim Al-Assad

Kejahatan rezim Al-Assad ini menimbulkan sangat kerugian di bumi Syria, seperti kerusakan infrastruktur, kelumpuhan ekonomi, kelaparan, dan penderitaan lain yang dirasakan saudara muslim kita di bumi Syria, bahkan mereka membasahi bumi Syria dengan darah ummat Muslim. Penyiksaan, pembantaian, hujan bom dan peluru menjadi pemandangan harian yang terjadi di Syria. Berjuta rakyat Syria menderita karena kejahatan rezim Al-Assad, kelaparan, bahkan menggantungkan hidupnya pada bantuan logistik dari ummat Islam di belahan dunia yang lain.
Kepala kemanusiaan PBB Valerie Amos, menyatakan sedikitnya 9,3 juta orang di Syria atau 40% dari populasi memerlukan bantuan kemanusiaan dari pihak luar.
Jumlah ini meningkat sebesar 2,5 juta orang dari angka PBB sebelumnya yang dirilis pada bulan September yaitu sebanyak 6,8 juta. Krisis Syria "Terus memburuk dengan cepat dan tak terelakkan," kata Amos kepada Dewan Keamanan PBB.
Lewat juru bicaranya, Amanda Pitt, bahwa Amos mengatakan Dewan Keamanan PBB "Harus bersikap adil baik kepada rezim pemerintahan maupun partai oposisi" untuk menjamin akses bagi para pekerja kemanusiaan. Amos juga terus menekan dewan untuk menyalurkan bantuan dan memberikan pengaruh mereka kepada pihak-pihak yang dapat menjamin perlindungan warga sipil dan fasilitas sipil, jalur yang aman bagi tenaga medis dan perlengkapan, dan perjalanan yang aman dan tanpa hambatan bagi bantuan kemanusiaan.
Ada lebih dari 2,5 juta orang tinggal di daerah yang terisolasi dan menderita di Syria. Banyak dari mereka hidup tanpa makanan yang cukup dan tanpa akses listrik dan obat-obatan.
Pengepungan selama berbulan-bulan terhadap kota yang dikuasai pemberontak telah mengakibatkan warga kehabisan makanan, air dan obat-obatan serta yang paling terkena dampak kelaparan adalah anak-anak.
Syria adalah tanah suci yang diberkati, ia bagian dari negeri Syam. Dalam sebuah hadits, Zaid bin Tsabit berkata bahwa suatu hari Rasulullah bersabda ketika para sahabat berada bersama beliau, “Beruntunglah negeri Syam, sesungguhnya malaikat Rahman membentangkan sayapnya di negeri tersebut” (HR. At Tirmidzi). Tanggung jawab menjaganya bukan hanya tanggung jawab rakyat Suriah, tapi tanggung jawab kita semua.
Entah sampai kapan, bencana ini akan berakhir. Kita tak akan tahu. Masihkah kita diam?
FSLDK (Forum Silaturrahim Lembaga Dakwah Kampus) melalui program FOOD FOR SYRIA” mengajak seluruh umat Islam mengalokasikan sebagian rizqi yang Allah telah berikan untuk membantu rakyat Suriah melalui kegiatan penggalangan dana untuk rakyat Syria.
Kesediaan dan keikhlasan kita karena Allah semata, disitulah letak kepedulian yang memungkinkan bagi kita selain do’a.
Semoga donasi kita mampu menjadi amal jariyyah kita yang berbuah surga.

Rabu, 20-11-2013
PUSKOMDA Semarang Raya