Tuesday, 12 November 2013

Semangat Pemuda Semangat Pembaharu

Hari Pahlawan diperingati setiap tahunnya pada 10 november di Indonesia. Pertempuran Surabaya merupakan peristiwa penting karena perang pertama pasukan Indonesia setelah peristiwa proklamasi kemerdekaan dan satu pertempuran terbesar dan terberat dalam sejarah revolusi nasional.
Banyak pahlawan yang gugur dalam banyak pertempuran yang telah terjadi selama proses menuju kemerdekaan maupun setelah kemerdekaan. Sebenarnya pahlawan itu apa?
Pahlawan dalam bahasa Sanskerta yaitu phala-wan yang berarti orang yang dari dirinya menghasilkan buah (phala) yang berkualitas bagi bangsa, negara, dan agama) adalah orang yang menonjol karena keberaniannya dan pengorbanannya dalam membela kebenaran, atau pejuang yang gagah berani.


Sayyid Qutbh mengatakan, "Orang yang hidup bagi dirinya sendiri akan hidup sebagai orang kerdil dan mati sebagai orang kerdil pula. Tetapi, orang yavg hidup sebagai orang lain akan hidup sebagai orang besar dan mati selaku orang besar."
Jauh sebelum Sayyid Qutbh, pembaharu gerakan Islam asal Mesir, Syaikh Hassan al-Banna dengan sangat kuat dan indah menggambarkan sosok kepahlawanan:
Betapa inginnya kami agar umat kami ini mengetahui bahwa mereka lebih kami cintai daripada diri kami sendiri, bahwa merupakan sebuah kesenangan bagi jiwa-jiwa ini untuk gugur sebagai penebus bagi kehormatan mereka, jika memang tebusan itu yang diperlukan, untuk gugur sebagai harga bagi kemuliaan, kehormatan, agama, dan asa mereka, jika memang itu harga yang mencukupi.
Tiada sesuatu yang membuat kami bersikap seperti ini terhadap mereka selain rasa cinta ini yang telah mengharu-birukan kalbu kami, menguasai perasaan kami, kemudian melenyapkan istirahat kami, memeras habis air mata kami. Betapa berat rasa di hati ketika kami menyaksikan sesuatu yang mencabik-cabik umat kami, sementara kita hanya sanggup menyerah pada kehinaan oleh keputusaasaan.
Sungguh, kami berbuat di jalan Allah untuk kemaslahatan seluruh manusia lebih banyak dari apa yang kami lakukan untuk kepentingan diri kami. Kami adalah milik kalian wahai saudara-saudara tercinta, sesaatpun kami tak akan pernah menjadi musuh kalian.”
M. Anis Matta dalam bukunya “Mencari Pahlawan Indonesia” (2004) menyebutkan secara jelas dan rinci mengenai pelbagai karakter yang harus dimiliki seorang pahlawan.
1. Pekerjaan-pekerjaan besar dalam sejarah hanya dapat diselesaikan oleh mereka 
    yang mempunyai naluri kepahlawan
2. Pahlawan sejati selalu merupakan seorang pemberani sejati
3. Tidak ada keberanian yang sempurna tanpa kesabaran
4. Seseorang disebut pahlawan karena kebaikan dan kekuatannya jauh
    mengalahkan keburukan dan kelemahannya
5. Kompetisi sehat
6. Filosofi yang solid


Melalui momentum hari pahlawan ini, kita sebagai pemuda mari kita jadikan titik balik untuk merefleksikan diri menjadi kaum bermartabat, karena pemuda merupakan sebagai bagian dari bangsa Indonesia yang memiliki semangat pembaharuan dan juga sebagai pelopor untuk bangkitnya Indonesia dalam keterpurukan, bersama bersinegi untuk membangun tatanan yang lebik baik.
Bila kita pemuda hanya bermain dengan kata-kata yang manis dan berkhayal akan sebuah perubahan untuk bangsa Indonesia ini, rasanya terlalu bodoh untuk menghabiskan waktu dari jiwa kepemudaan yang kita miliki saat ini, karena bangsa ini membutuhkan pemuda-pemuda yang bekerja dengan nurani, berilmu dengan moral, dan berkarya dengan kebenaran. Mulailah suatu kebaikan dari hal yang kecil untuk diri sendiri kemudian berkaryalah untuk negeri.
Sudah saatnya pemuda menjadi motor pembaharuan pergerakan bangsa. Maka bersatulah para pemuda, kobarkan semangatmu untuk negeri tercinta ini. Teriakkan kebenaran akan kejayaan Indonesia.
Tanyakan pada dirimu kapan saatnya melangkah.
Sekarang atau tak akan pernah.

Semarang, 10 November 2013

Hakam Rahmatullah 
PUSKOMDA Semarang Raya